7 Negara Pertama yang Melegalkan Judi Online dan Dampaknya di Dunia

Perkembangan
teknologi internet membawa revolusi besar dalam dunia perjudian. Pada awalnya,
perjudian hanya bisa dilakukan di kasino fisik atau tempat-tempat tertentu.
Namun sejak tahun 1990‑an, beberapa negara mulai membuka regulasi khusus untuk judi
online, menjadikan aktivitas ini legal dan diawasi oleh otoritas setempat.
Pengaturan hukum yang jelas memicu pertumbuhan industri judi daring secara
global, mulai dari kasino digital hingga taruhan olahraga.
Artikel
ini membahas 7 negara pertama yang melegalkan judi online, bagaimana
mereka memulai regulasi, serta dampak perkembangan tersebut terhadap industri
global.
Sejarah
Awal Judi Online di Dunia
Konsep
judi online pertama kali muncul pada awal internet. Pada tahun 1994, sebuah
undang‑undang di Antigua dan Barbuda membuka pintu bagi situs judi daring untuk
mendapatkan lisensi dan beroperasi secara legal di internet. Inilah titik awal
legalisasi perjudian daring di dunia, yang kemudian diikuti oleh negara lain
dengan pendekatan hukum dan regulasi masing‑masing. Sejak itu, perjudian online
berkembang pesat, dan banyak negara mulai menyusun peraturan untuk
mengakomodasi fenomena ini secara resmi.
1.
Antigua dan Barbuda – Pelopor Legalitas Judi Online
Antigua
dan Barbuda sering disebut sebagai negara pertama yang melegalkan judi
online secara resmi. Pada tahun 1994, pemerintahnya mengesahkan Free
Trade & Processing Zone Act yang memberikan izin bagi organisasi untuk
membuka kasino dan situs judi daring berlisensi. Regulasi ini menjadi model
awal bagi negara lain dalam merancang kerangka hukum perjudian daring.
Legalitas ini membantu menumbuhkan industri iGaming di wilayah Karibia dan
menarik banyak operator internasional untuk bermarkas di sana.
2.
Isle of Man – Regulasi Awal di Eropa
Isle
of Man menjadi salah satu yurisdiksi pertama di Eropa yang mengatur perjudian
online dengan sistem lisensi yang jelas dan otoritas pengawas independen.
Komisi Pengawasan Perjudian Isle of Man didirikan untuk memberikan lisensi
kepada operator serta memastikan permainan dilakukan dengan adil dan aman.
Wilayah ini menjadi tempat banyak perusahaan judi online besar mendirikan basis
operasional karena kerangka hukum yang kondusif bagi pertumbuhan industri.
3.
Malta – Pionir di Benua Eropa
Negara
kecil ini dikenal sebagai ibu kota iGaming Eropa karena regulasi judi
online yang relatif ramah. Malta memperkenalkan undang‑undang yang memungkinkan
operator judi online memperoleh lisensi resmi di bawah otoritas perjudian
setempat. Lisensi Malta menjadi salah satu yang paling diakui di dunia dan
menarik banyak perusahaan besar untuk mematuhi standar hukum dan beroperasi
secara global dari wilayah ini.
4.
Inggris – Regulasi Lengkap Melalui UK Gambling Commission
Inggris
adalah salah satu negara yang lebih awal menyusun regulasi komprehensif untuk
judi online melalui Gambling Act dan pembentukan UK Gambling Commission.
Regulasi ini memberi kerangka hukum yang ketat terkait lisensi, pajak, dan
perlindungan pemain, sekaligus membuka pasar judi online secara resmi di negara
tersebut. Inggris menjadi pelopor di Eropa dalam hal pengawasan industri
iGaming yang transparan dan bertanggung jawab.
5.
Kanada – Provinsi Pertama Melegalkan I‑Gaming
Kendati
regulasi judi online di Kanada berada di tingkat provinsi, beberapa provinsi
seperti British Columbia dan Manitoba menjadi yang pertama meluncurkan layanan
judi online legal, seperti PlayNow.com, yang dikelola oleh otoritas lotere
setempat. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana negara federasi bisa memulai
legalisasi judi online dari tingkat lokal sebelum diikuti oleh provinsi lain.
6.
Australia – Kerangka Hukum untuk Interaktif
Australia
mengambil pendekatan berbeda terhadap judi online. Meskipun kebijakan federal
(Interactive Gambling Act) membatasi sebagian layanan, negara ini membuka ruang
bagi operator terlisensi untuk beroperasi di luar negeri sekaligus melindungi
konsumen domestik. Meskipun memperketat beberapa aspek, ini tetap menjadi salah
satu contoh awal negara yang merespon fenomena judi online dengan undang‑undang
khusus.
7.
Estonia – Regulasi Terpadu di Eropa Timur
Estonia
melegalkan dan mengatur perjudian online sejak awal 2010, dengan aturan ketat
terkait lisensi, pajak, dan pemantauan operator. Langkah ini menjadikan Estonia
salah satu negara di Eropa Timur pertama yang membuka pasar judi online bagi
operator domestik maupun asing dengan lisensi yang sah. Pendekatan ini
mencerminkan bagaimana negara kecil juga bisa menciptakan regulasi yang
mengakomodasi perkembangan iGaming secara aman.
Kesimpulan
Perjalanan
judi online sebagai industri yang legal dimulai dari beberapa negara
dengan regulasi yang inovatif. Antigua dan Barbuda menjadi pionir pertama,
diikuti oleh yurisdiksi seperti Isle of Man, Malta, Inggris, beberapa provinsi
di Kanada, Australia, dan Estonia. Legalitas ini tidak hanya membuka kesempatan
baru bagi pasar digital, tetapi juga mendorong munculnya kerangka hukum yang
mengatur lisensi, perlindungan pemain, serta pemantauan industri.
Seiring
berkembangnya kripto dan judi online, semakin banyak negara juga
mempertimbangkan regulasi modern untuk memadukan teknologi digital dengan
peraturan yang melindungi konsumen, serta menghadirkan pengalaman bermain yang
aman. Untuk pemain yang ingin terlibat dalam industri ini, legalitas di
berbagai negara memastikan bahwa taruhan daring dapat dilakukan melalui
platform yang sah dan diawasi. Contohnya, pengalaman daring juga bisa dijalani
melalui fitur legal dan teratur seperti yang disediakan saat Anda cara login m88.